Masjid dan Makam Keramat, Ramai Dikunjungi Caleg
Cari Berita

Masjid dan Makam Keramat, Ramai Dikunjungi Caleg

madura satu
Wednesday, March 6, 2019

Empat tiang penyangga masjid Madegan yang tampak doyong diyakini memiliki daya magis dan keistimewaan tertentu. foto/madurasatu

SAMPANG - Gelaran pemilu 2019 sudah kurang 42 hari lagi, berbagai upaya terus dilakukan oleh para calon legislatif (Caleg) untuk mendulang suaranya, mulai dari kampanye terbuka hingga kampanye secara door to door ke rumah warga. Termasuk 'ngalap' berkah malalui ziarah politik di wilayah setempat.

Lazimnya, ziarah politik adalah berziarah ke makam atau petilasan tokoh babad (pembuka lahan pertama) di bumi Trunojoyo,  mulai dari yang berstatus kadipaten hingga yang bergelar ulama.

Di Sampang, sedikitnya tercatat tiga lokasi favorit yang sering kali menjadi tempat ziarah politik para caleg. Diantaranya makam Rato Ebu, Masjid Madegan dan makam Syaikh Muhammad Khatib atau Syaikh Sayyid Zainal Abidin (Tip Mantoh) yang kesemuanya diyakini mustajab.

"Namanya juga orang punya hajat, jadi mungkin berziarah agar diberi kemudahan dan terpilih sebagai wakil rakyat," Kata Mohammad Idris, tokoh kelurahan Madegan.

Selama ini, ziarah politik diakui sebagai konsensus guna memuluskan hajat para politisi. Dan tak hanya berlaku bagi caleg, namun juga sebagian warga di Sampang. Tapi tak sedikit juga para caleg yang menampik melakukan ziarah politik.

"Belakangan memang agak banyak peziarah makam Rato Ebu dan makam Tip Mantoh. Kadang juga ada yang I'tikaf di masjid Madegan. Biasanya kalau ramai itu malam hari, mulai pukul 20.00 WIB sampai menjelang subuh," tuturnya.

Menurut Idris, caleg yang datang ke lokasi dimaksud tidak hanya dari wilayah Kabupaten Sampang. “Banyak juga yang dari luar daerah,” ungkapnya.

Mereka yang berasal dari luar daerah juga tidak hanya caleg untuk DPRD kabupaten, melainkan juga DPRD provinsi dan DPR RI. Biasanya mereka juga punya hajat khusus dan datang bersama para koleganya.

Idris menambahkan, selain di hari-hari biasa, ada juga yang datang di hari khusus seperti malam Jumat Legi. Mereka bahkan menginap semalam di Masjid Madegan yang memang letaknya sangat dekat dengan makam Rato Ebu dan Tip Mantoh.

Malam Jumat Legi dalam tradisi masyarakat Madura memang dianggap sebagai waktu yang keramat dan sakral. “Tapi ada juga yang datang di hari biasa, seperti yang terjadi hari ini (kemarin),” lanjutnya.

Selain datang dengan ditemani pendukung dan keluarga, para caleg juga kerap membawa sesajen atau makanan yang memang diniatkan untuk dibagi-bagi kepada warga sekitar.

Dikalangan warga Madura, masjid Madegan dikenal sebagai masjid yang sarat mistis. Apalagi masjid dimaksud diyakini sebagai masjid tiban yang kemudian dijadikan tempat ibadah oleh raja-raja dan para wali di jawa timur.

Keunikan masjid Madegan yang mudah dipandang secara kasat mata adalah empat tiang penyangganya yang tampak doyong atau miring. Namun demikian bangunan masjid tetap utuh dan tidak goyang.

Sementara makam Rato Ebu dan makam Tip Mantoh diyakini sebagai makam keramat, keduanya dikenal sebagai penyiar agama islam dan masyhur sebagai keturunan para ulama dan raja-raja madura. (*)

Sumber: kabarmadura.id
Editor: rosniah