Wisata Arsip Memikat Pengunjung
Cari Berita

Wisata Arsip Memikat Pengunjung

madura satu
Tuesday, October 2, 2018


SAMPANG – Meski belum sempat diresmikan oleh pemerintah, keberadaan wisata arsip yang berada di kompleks Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang memikat pengunjung.

Kepala Bidang (Kabid) Kearsipan Disarpus Sampang, Arif Budiansor menuturkan, gedung arsip yang dibangun dengan dana Rp1,9 miliar tersebut, baru akan dilaunching pada 2019 mendatang.

Menurutnya, meski gedung tersebut belum diresmikan. Namun sejak bulan Agustus lalu gedung itu sudah dibuka untuk umum, bahkan warga yang berkunjung ke tempat itu sudah tercatat ratusan orang.

"Alhamdulillah, banyak warga yang tertarik dengan koleksi arsip di gedung ini. Bahkan pengunjungnya sudah banyak meskipun belum sempat diresmikan," kata Arif Budiansor kepada wartawan, Selasa (2/10).

Menurut Arif, sedikitnya 450 arsip berhasil dikumpulkan oleh instansinya sejak tahun 2017 lalu. Arsip dan dokumen itu berupa dokumentasi tempat bersejarah dan cagar budaya.

"Semuanya sudah kami pajang di wisata arsip,” timpalnya.

Mantan Kabid Kurikulum Disdik Sampang itu menambahkan, proses penulusuran keberadaan arsip dan benda bersejarah di Kota Bahari mulai dilakukan pada tahun 2017 hingga pertengahan tahun ini. Namun demikian kata Arif, proses pengarsipan tersebut bukanlah perkara mudah, sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lama.

"Kami menargetkan 1.200 arsip bersejarah akan dipajang di gedung ini. Terdiri dari arsip statis dan inaktif, dokumentasi tempat bersejarah, cagar budaya, dan silsilah kerajaan," ungkapnya.

Kedepan, sambung Arif, pihaknya akan berupaya menulusuri semua adat atau budaya lokal serta kuliner di Kota Bahari. Dengan tujuan, agar masyarakat bisa mengetahui dan memahami semua kekayaan budaya yang ada.

"Berdasarkan hasil tim audit Kearsipan Provinsi Jawa Timur, pengelolaan dan penataan dokumen arsip di Sampang merupakan yang terbaik di Jawa Timur dan akan dijadikan sebagai rujukan bagi Kabupaten lain yang sama-sama mengelola wisata arsip," jelasnya. (ros)