Masa Depan Kampung Batik Masih Suram
Cari Berita

Masa Depan Kampung Batik Masih Suram

madura satu
Friday, October 12, 2018

Salah seorang perajin batik di Madura menggarap hasil produksinya secara manual. Foto/@facebook

SAMPANG - Eksistensi kampung batik yang sempat dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) semakin suram. Demikian disampaikan anggota Komisi II DPRD Sampang, H. Sahid.

Menurut H. Sahid, upaya pembentukan kampung batik yang sempat didengungkan oleh pemerintah daerah tidak berjalan secara continue. Buktinya kata dia, kampung yang digadang-gadang bisa memperkuat perekonomian perajin batik hanya selesai pada konsep seremonial semata.

"Eksistensi kampung batik masih sangat stagnan. Dan belum terbukti menjadi solusi perekonomian bagi masyarakat (perajin batik)," katanya.

Selama ini menurut Sahid, pemerintah nyaris tidak memfasilitasi perajin batik dalam hal pemasaran. Akibatnya, batik khas Sampang tidak bisa menembus pasar di luar daerah karena tidak didukung dengan konsep pemasaran yang kekinian.

"Padahal jika digarap secara serius, tentu tidak akan mengecewakan, karena kualitas batik khas Sampang juga tidak kalah baik," timpal politisi Golkar itu.

Untuk itu, sambung Sahid, pihaknya menyarankan agar pemerintah daerah memberikan terobosan-terobosan baru dalam hal pemasaran. Termasuk butuh pembaharuan alat produksi batik.

"Kondisi kampung batik yang stagnan dan suram ini, harus segera di intervensi oleh pemerintah daerah melalui pembaharuan. Sehingga keberadaan kampung batik bisa benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di pedesaan," tuturnya.

Menilik pada catatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Kabupaten Sampang. Kampung batik, setidaknya telah tersebar di sembilan titik. Yakni di desa Sejati dan Prajjan, Kecamatan Camplong.

Disamping itu, kampung batik juga berada di Desa Montor dan Jatra Timur Kecamatan Banyuates. Desa Kotah Kecamatan Jrengik, serta Desa Paopale Dejeh Kecamatan Ketapang.

Selain di wilayah tersebut, kampung batik juga tercatat di Kecamatan Sampang, yakni di jalan Gelatik, Jalan Rajawali dan pulau Mandangin. (ros)