Viral, Proses Validasi Berlangsung Hingga ke Kuburan
Cari Berita

Viral, Proses Validasi Berlangsung Hingga ke Kuburan

madura satu
Monday, September 24, 2018


SAMPANG - Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Sampang merespon secara cepat amar putusan Mahkamah Konstitusi yang sebelumnya mengamanatkan pemungutuan suara ulang (PSU) pilkada Sampang 2018.

Respon cepat KPU itu ditunjjukan dengan mengerahkan seluruh penyelenggara di bawahnya untuk melakukan validasi ihkwal data pemilih yang sebelumnya diragukan MK. Semisal adanya NIK dan NKK ganda serta pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal dunia maupun tercatat sebagai TNI/Polri.

Guna memadankan data DPT dan DP4, seluruh penyelenggara pemilu dibawah KPU langsung melakukan proses validasi sejak tanggal 21 Septempber. Menariknya, proses validasi itu dilakukan hingga ke area pemakaman atau kuburan.

Proses validasi yang berlangsung unik itu pun mendapat respon dari warganet. Bahkan tak sedikit warganet yang mengapresiasi kegigihan penyelenggara pemilu itu hingga menyambangi area kuburan.

"Super sekali," tulis akun facebook Agus dalam sebuah kolom komentar.

Senada dengan komentar Agus, salah satu akun facebook bernama s'lalu ceria juga memberikan respon positif.

"Dalam rangka betul-betul menghasilkan DPT yang Valid, penyelenggara tingkat desa di Kabupaten Sampang melakukan validasi tidak hanya dari rumah kerumah, tapi karena yang terdata dinyatakan meninggal maka validasi dilakukan ke makam yang bersangkutan. Semoga aja yang menyambut bukan tante kunti," tulis s'lalu ceria di akun facebooknya.

Sedikit berbeda dengan warganet lainya, akun facebook Chairul memberikan komentar yang lebih kritis. Kata dia, kekacauan data pemilih sebagaimana disampaikan MK, tentu tidak bisa terlepas dengan maraknya NIK dan NKK ganda. Sehingga NIK dan NKK ganda itulah yang menimbulkan persepsi publik ada lonjakan pemilih yang luar biasa di Sampang.

"Yang bisa menjelaskan adanya NIK dan NKK ganda itu adalah Kementrian dalam negeri, atau juga Dispendukcapil. Sebab yang memproses pembuatan eKTP dan KK bukan KPU," tuturnya. (ros)


close
Banner iklan disini