Sekolah Disegel, Puluhan Siswa Belajar di Balai Desa
Cari Berita

Sekolah Disegel, Puluhan Siswa Belajar di Balai Desa

madura satu
Tuesday, September 18, 2018


SUMENEP - Puluhan siswa SDN Bancamara 2, Desa Bancamara Kepulauan Gili Iyang Sumenep harus belajar di balai desa setempat. Itu karena, sekolah dimaksud disegel oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.

Kepala SDN Bancamara 2 Imam Dainuri mengatakan, pemindahan lokasi belajar terpaksa dilakukan dengan pertimbangan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Sekolah disegel, siswa dan guru tidak bisa masuk halaman. Kalau kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa, hanya saja lokasinya ditempatkan di balai desa Bancamara," kata Imam Dainuri, Selasa (18/9).

Kata Dainuri, pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep agar segera diselesaikan. Sehingga siswa tidak lagi menjadi korban atas tindakan penyegelan sekolah.

"Tadi kita sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan. Kalau saya tidak bisa mengambil kebijakan karena saya hanya Kepala Sekolah," jelasnya.

Kepada wartawan, Kepala Desa Bancamara Alwi mengaku, permasalahan sengketa lahan tersebut sebenarnya sudah bermula sejak dua tahun lalu. Namun demikian, sampai saat ini belum ada penyelesaian dari pihak terkait.

"Sudah lama laporan sengketa itu masuk ke saya. Bahkan sudah saya laporkan ke camat. Mungkin sampai sekarang belum ada penyelesaian," ucap Alwi.

Dikatakan Alwi, belum lama ini pihaknya telah meminta kepada ahli waris lahan agar tidak menyegel sekolah, melainkan di selesaikan secara ketentuan. Namun upaya itu gagal dan penyegelan tetap dilakukan.

"Sebenarnya keinginan ahli waris yang hendak menyegel itu sudah sejak lama. Namun sempat saya bujuk untuk dibatalkan. Tapi semalam tetap disegel. Saya tidak berani menghalangi," paparnya lebih lanjut.

Untuk diketahui, jumlah siswa SD Negeri Bancamara 2 keseluruhan sebanyak 62 orang anak didik dengan 10 tenaga pengajar.

Aktivitas belajar mengajar di balai desa setempat dilakukan secara darurat karena tanpa ada bangku dan kursi. Puluhan siswa terpaksa belajar dilantai. (pri/ros)

close
Banner iklan disini