Dishub Ngotot Tambah Jumlah Halte
Cari Berita

Dishub Ngotot Tambah Jumlah Halte

madura satu
Monday, September 24, 2018


SAMPANG - Bukanya melakukan evaluasi terhadap banyaknya halte yang dibiarkan kumuh, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang justu kembali merogoh anggaran puluhan juta rupiah untuk pembangunan halte serupa pada tahun ini. Padahal sejumlah halte yang saat ini sudah ada tampak kumuh dan tidak dimanfaatkan masyarakat.

Rencana penambahan jumlah halte itu, termaktub dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Dishub Sampang, dengan anggaran Rp120 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2018 untuk tiga paket kegiatan. Yakni, di Kecamatan Banyuates, Ketapang dan Sokobanah.

Kepada wartawan, Kepala Dishub Sampang M. Zuhri membenarkan adanya program pembangunan halte dimaksud. Menurut dia, rencana pembangunan halte itu bukan atas inisiatif instansinya, melainkan merupakan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) beberapa waktu lalu.

”Kami sebenarnya ingin memaksimalkan halte yang ada saja, namun ada  permintaan dari masyarakat untuk membangun halte di area pantura dan difokuskan di dekat lembaga sekolah,” katanya.

Dijelaskanya, besaran anggaran setiap satu unit halte itu adalah Rp40 juta. Sementara ini pihaknya masih mengkaji titik lokasi pembangunan yang strategis.

"Rencana pembangunan halte itu bertujuan untuk memfasilitisi warga atau siswa saat menunggu MPU atau angkot di pinggir jalan. Dengan fasilitas tersebut warga akan lebih aman dan nyaman ketika menunggu mobil angkot," katanya.

Disinggung soal masih banyaknya halte yang tidak bermanfaat secara maksimal, Zuhri berkelit semua pembanguan halte tidak ada yang sia-sia, artinya keberadaan halte tersebut sangat membantu bagi masyarakat yang akan menunggu kendaraan umum, hanya saja sebagian masih terlihat kotor karena perawatan kurang maksimal dan diperparah dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan yang relatif rendah.

”Tidak ada halte yang mubazir, semua halte di sejumlah titik itu dimanfaatkan, hanya saja pengunjungnya yang tidak banyak, karena untuk menunggu kendaraan umum tidak harus ke halte,” dalihnya.

Untuk itu, Zuhri meminta masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan halte dimaksud saat menunggu kendaraan umum. Dengan begitu keberadaan halte bisa lebih maksimal. "Maka masyarakat harus berperan aktif demi kemajuan bersama," timpalnya. (km/ros)