Ratusan Warga Ngeluruk Mapolres Sumenep
Cari Berita

Ratusan Warga Ngeluruk Mapolres Sumenep

madura satu
Friday, August 31, 2018


SUMENEP - Ratusan warga yang berasal dari Kecamatan Pragaan, Sumenep mendadak ngeluruk Mapolres setempat, Jumat (31/8/2018).

Dengan membawa poster bernada protes, mereka menuntut pelaku kasus pembunuhan balita di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep dihukum mati.

"Segera hukum mati Adurrahman (pelaku) pembunuhan bayi," teriak ratusan massa di depan Mapolres Sumenep.

Ahmadi selaku koordinator aksi menyatakan, Polisi harus bertindak secara transparan dalam mengusut kasus pembunuhan tersebut. Apalagi, belakangan berhembus rumor jika kasus tersebut diintervensi oleh oknum tertentu.

"Kami menolak adanya dugaan intervensi dari pihak maupun oknum tertentu terkait kasus ini. Jadi, tolong tegakkan hukum se adil-adilnya," tegas Ahmadi.

Meski telah ada tersangka yang ditahan, sambung Ahmadi, aparat penegak hukum harus mengusut secara tuntas dalang dari kasus tersebut. Bahkan jika perlu memberikan hukuman mati kepada tersangka.

"Nyawa harus ganti dengan nyawa. Pelaku harus dihukum mati. Pelaku melakukan pembunuhan secara keji. Korbannya adalah bayi tidak berdosa," tandas Ahmadi.

Menanggapi desakan ratusan massa itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep, Tego S Marwoto kepada massa pendemo menegaskan,  kasus tersebut sudah ditangani secara profesional oleh kepolisian dalam hal ini penyidik. Bahkan menurutnya, kasus tersebut tinggal menunggu kelengkapan berkas untuk diserahkan ke kejaksaan.

Menurut Marwoto, tersangka Abdurrahman dijerat dengan pasal 80 (3) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Tetapi, kita akan coba koordinasikan lagi kepada Kejaksaan bagaimana kita terapkan pasal pembunuhan berencana," kata Tego dihadapan ratusan massa.

Untuk diketahui, warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, pada 11 Mei 2018 lalu, digemparkan dengan meninggalnya balita berjenis kelamin laki-laki secara tidak wajar.

Balita berusia sekitar 40 hari itu ditemukan meninggal di dalam kamar mandi rumahnya.

Menurut pengakuan orang tua korban, kejadian bemula saat bayi ditidurkan di kamar. Namun beberapa saat kemudian, bayi malang tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi mengapung dalam bak mandi. (pri/ros)