Dinilai Kontroversial, Kantor Panwaslu Dikepung Warga
Cari Berita

Dinilai Kontroversial, Kantor Panwaslu Dikepung Warga

madura satu
Monday, July 9, 2018



SAMPANG – Kantor Panwaslu dan KPU Sampang, Senin (9/7),  dikepung ratusan warga dari berbagai daerah yang tak lain adalah simpatisan dan pendukung paslon Hermato-Suparto (Mantap).

Ratusan warga itu menggeruduk kantor Panwaslu Sampang setelah sebelumnya Panwaslu dianggap menerbitkan dua keputusan kontroversial dalam waktu yang nyaris bersamaan.

Menurut mereka, aksi yang dilakukan tak terlepas dari keputusan Panwaslu yang dianggap kontroversial. Dimana pada tanggal 7 Juli 2018 Panwaslu Sampang mengeluarkan dua keputusan. Keputusan pertama mengajukan permohonan pembukaan kotak suara kepada KPU setelah Panwaslu mendapat laporan perihal adanya dugaan kecurangan yang dilaporkan tim Mantap.

Tak lama kemudian, keputusan itu dianulir oleh Panwaslu tanpa ada tindakan lebih lanjut dengan mengeluarkan keputusan baru yang menyatakan seluruh pengaduan dari tim Mantap tidak mengandung unsur pelanggaran karena dianggap tidak cukup bukti.

“Kami menganggap, bahwa Panwaslu telah gagal melakukan peranya dalam memantau proses Pilkada. Untuk itu kami mendesak agar Panwaslu mencabut keputusan yang cacat hukum selambatnya 3×24 jam sejak saat ini tanggal 09 Juli 2018,” kata Rolis, salah satu orator aksi.

Tak sampai disitu. Dalam orasinya, Rolis mengancam akan melaporkan persoalan tersebut kepada Bawaslu Jatim dan Bawaslu RI. Sebab dugaan kecurangan yang dilaporkan tim Mantap tidak digubris.

“Kami meminta KPU Kabupaten Sampang harus profesional dan bertanggung jawab terhadap kekacauan pelaksanaan Pilkada Sampang. Selain itu kami mendesak agar Pemerintah daerah ikut terlibat dalam menyelesaikan sengketa Pilkada 2018 yang telah diciderai oleh praktek kecurangan sistemis,” terangnya.

Pantauan dilapangan, aksi demonstrasi yang dijaga ratusan petugas itu sempat diwarnai kekisruhan, dimana para demonstran melakukan pelemparan batu hingga dibalas dengan tembakan gas air mata oleh kepolisian.

Dalam kejadian tersebut, seorang polisi dan seorang demonstran harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka dibagian kepala setelah sebelumnya terlibat bentrokan. (idr/ros)



close
Banner iklan disini