Tak Santun, Acara Haflatul Imtihan Disesalkan Kemenag
Cari Berita

Tak Santun, Acara Haflatul Imtihan Disesalkan Kemenag

madura satu
Tuesday, May 1, 2018


SAMPANG - Pihak kantor kementrian agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, baru-baru ini menerbitkan surat himbauan untuk lembaga pendidikan yang dinanunginya. Semisal pondok pesantren dan madrasah diniyah.

Surat himbauan tertanggal (30/4/2018) yang ditandatangani oleh Kepala Kemenag Sampang H.Juhedi itu disampaikan menyusul merebaknga video viral yang dinilai mencederai dunia pendidikan islam. Dimana salah satu madrasah diniyah di wilayah Kecamatan Kedungdung Sampang menampilkan tarian-tarian yang tidak sepantasnya terjadi di dunia pendidikan islam.

Adapun poin-poin surat himbauan yang diedarkan oleh Kemenag. Pertama menghimbau semua pondok pesantren (pontren) dan madrasah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan secara langsung pelaksanaan haflatul imtihan agar tetap sesuai dengan tuntutan syariat islam.

Kedua, menjaga penampilan siswa/santri agar tetap mengacu pada nilai-nilai yang islami dan menjaga akhlaqul karimah.

Ketiga, madrasah harus tetap menjaga agar tidak bebaurnya antara laki-laki dan perempuan saat menghadiri dan menonton penyelenggaraan wisuda dan haflatul imtihan.

Keempat, dalam hal pelaksanaan wisuda santri/siswa maupun haflatul imtihan yang dikemas berupa karnafal dan pagelaran agar tidak memakai busana dan beraktrasi tetap menjaga nilai dan tradisi yang islami, menjaga akhlakul kharimah serta tidak sampai mengganggu ketertiban dan fasilitas umum.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Sampang, Sitti Sarroh mangatakan, surat himbauan dengan nomor: B-982/KK.13.21.1/HM.00/04/2018 yang dikeluarkan Kemenag kepada semua pontren dan madrasah merupakan salah satu upaya untuk memastikan jalanya perayaan haflatul imtihan tidak melenceng dan bertentangan dengan nilai dan tradisi islam.

”Melalui himbauan ini, kami berharap semua perayaan haflatul imtihan di sejumlah pontren dan madrasah dapat berjalan sesuai dengan syariat islam, atau tidak sebagaimana lazimnya dilaksananakan oleh sekolah formal,”kata Sitti Sarroh pada wartawan, Selasa (1/5/2018).

Menurut Sitti Sarroh, perayaan haflatul imtihan dilingkungan pontren dan madrasah diniyah, sejatinya adalah bentuk tasyakuran untuk memperbaiki proses belajar mengajar agar ilmu yang diperoleh oleh siswa/santri menjadi ilmu yang bermanfaat.

”Maka sangat tidak elok, jika ada pontren dan madrasah diniyah yang merayakan haflatul imtihan dengan menampilkan antraksi, busana yang tidak islami, karena itu melenceng dari tujuan di adakanya haflah itu sendiri,” ucapnya. (idr/ros)