Polda Jatim Ungkap Komunitas Seks Menyimpang
Cari Berita

Polda Jatim Ungkap Komunitas Seks Menyimpang

madura satu
Monday, April 16, 2018



SURABAYA - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melalui Subdit IV Renakta Ditreskrimum berhasil mengungkap komunitas seks menyimpang. Penyimpangan dimaksud yakni bertukar pasangan atau swinger yang melibatkan  pasangan suami istri (Pasutri) di Surabaya.

Dalam kasus tersebut, Korps Bhayangkara Jawa Timur, menetapkan satu tersangka atas nama Tri Harso Djoko Sulistijono (53) atau Ion sebagai admin dari grup WhatsApp Sparkling. Belakangan grup WhatsApp Sparkling diketahui sebagai grup komunitas pelaku seks menyimpang.

Grup whatsApp Sparkling sendiri beranggotakan 28 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono.

Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira Widyawan dalam sesi konfrensi pers menjelaskan. Dalam kasus ini, Ion membuat grup WhatsApp Sparkling dan menyasar mereka yang memiliki fantasi hubungan seksual dengan bertukar pasangan.

"Untuk masuk ke grup, Ion menetapkan syarat, yakni setiap pasangan merupakan pasutri yang resmi menikah. Untuk membuktikannya, pasutri harus mencantumkan buku nikah agar bisa masuk ke dalam grup,"  papar AKBP Yudhistira Widyawan kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Kata Yudhistira - sapaan Yudhistira Widyawan. Dalam kasus tersebut polisi mengamankan tiga pasangan yang tertangkap di salah satu hotel di Lawang, Malang. Namun yang bisa dihadirkan dalam konfrensi pers adalah RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

"Saat digrebek, ketiga pasangan tersebut sedang melakukan hubungan seks dengan bertukar pasangan dalam satu kamar hotel di salah satu hotel di Malang," tutur Yudhistira.

Selain mengamankan nama-nama dimaksud, kata Yudhistria, Polisi  juga mengamankan empat alat kontrasepsi, celana dalam, BH, telpon genggam, handuk dan sprei.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan tindak pidana sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain sebagaimana pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan. (detik/ros)