Empat Warga Batuputih Tewas di Sumur
Cari Berita

Empat Warga Batuputih Tewas di Sumur

madura satu
Saturday, April 14, 2018


SUMENEP - Empat orang warga Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura tewas di dalam sumur, Jumat (13/4).
Keempat orang tersebut, masing-masing adalah Tosan (45), warga Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya; Sugik (27), Junaidi (28), Sumahbi (47), ketiganya merupakan warga Dusun Muraas, Desa Badur, Kecamatan Batuputih.

Menurut informasi, keempat orang dimaksud tewas secara bergiliran di dalam satu sumur di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih.

“Keempat warga itu diduga meninggal karena sesak napas," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid kepada wartawan, Jum'at, (13/4).

Berdasarkan keterengan saksi, kata AKP Abd Mukid, empat orang korban itu meninggal dunia secara bergiliran di dalam sumur dengan kedalaman 50 meter. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, (12/4) sekira jam 16:15 WIB. Tosan dan putra sulungnya, Tikyono (19) hendak memasang pompa air yang berbahan bakar bensin di dalam sumur.

Saat itu Tosan masuk ke dalam sumur, sedangkan Tikyono bertugas untuk menurunkan pompa air ke dalam sumur menggunakan tali yang diulur ke dalam.

Setelah siap dioperasikan, Tosan mencoba menghidupkan pompa itu. Selanjutnya setelah hidup, Tosan kemudian naik ke atas sumur untuk melihat apakah air dapat mengalir atau tidak.

Tak lama kemudian, Tosan kembali lagi ke dalam sumur dengan membawa bambu runcing guna memastikan pipa penyedot air tidak tersumbat lumpur. Namun malang, Tosan merasa pusing dan sesak napas. Sehingga, mesin yang semula dihidupkan lalu dimatikan.

"Usai dimatikan anak Tosan mendengar suara rintihan seperti orang kesakitan. Kemudian anaknya memanggil bapaknya, Namun tidak ada jawaban," jelasnya.

Mendengar ada benda jatuh ke permukaan air, Tikyono memanggil ibunya bernama Mua'. Karena panik, Mua' kemudian berlari ke jalan di depan rumahnya. Disitulah ia berpapasan dengan Masrono yang kala itu mengendarai sepeda motornya. Mua' meminta tolong agar Masrono menolong suaminya yang jatuh ke dalam sumur.

Karena Masrono merasa pusing pada saat setengah perjuangan masuk ke dalam sumur, akhirnya kembali lagi ke atas sumur. "Lalu kemudian Sugik dan Junaidi masuk ke dalam sumur," ungkapnya.

Setelah ditunggu cukup lama, Sugik dan Junaidi tidak kunjung keluar dari dalam sumur. Tak lama kemudian menyusullah Saleh untuk masuk ke dalam sumur juga. Saleh tidak sanggup lalu kembali ke atas sumur.

"Datanglah Sumahbi, dan langsung masuk ke dalam sumur. Namun ditunggu selama 10 menit Sumahbi juga tidak ada kabar," terangnya.

Sekira jam 20.30 WIB, sambung AKP Abd Mukid. keluarga korban meminta tolong kepada warga sekitar untuk mengevakuasi para korban dari dalam sumur.

"Lalu pada 22.00 WIB, seluruh jenazah korban bisa dikeluarkan dari dalam sumur dan bisa dibawa ke rumah masing-masing," pungkasnya. (sup/ros)