Anak Berusia 10 Tahun Dinyatakan Positif HIV
Cari Berita

Anak Berusia 10 Tahun Dinyatakan Positif HIV

madura satu
Saturday, April 14, 2018

SAMPANG - Seorang anak berusia 10 tahun dengan inisial SR di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Sampang dinyatakan mengidap penyakit human immuno deficiency virus (HIV). SR dinyatakan positif terjangkit HIV setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis selama tiga hari di Rumah Sakit dr. Muhammad Zyn Sampang.

Kepada wartawan, perangkat Desa Panyepen, Syaiful Anam menuturkan, SR terpaksa di bawa pulang dari rumah sakit dr Mohammad Zyn, karena hingga saat ini belum mendapat pelayanan dan penangan medis yang serius. Selain itu juga tidak ditangani oleh dokter spesialis, sehingga pihak keluarga meminta dipulangkan dan dirawat di rumah, sementara pihak rumah sakit mengizinkan, karena kondisi yang bersangkutan diklaim sudah membaik.

"SR saat ini sudah dibawa pulang ke rumah, sebab untuk berlama-lama di rumah sakit juga tidak memungkinkan. Apalagi di rumah sakit dr Mohammad Zyn juga tidak ada dokter khusus yang menangani," katanya.

Selain itu, sambung Syaiful Anam, keluarga SR juga kesulitan menanggung beban biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat, sebab SR sendiri diketahui sebagai anak yatim piatu, yang sedari kecil diasuh oleh pamanya.

"Untuk itu, kami sangat berharap agar pemerintah daerah hadir ditengah-tengah SR guna mencarikan solusi pengobatanya," tandasanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengaku, belum mengetahui secara pasti terkait persoalan tersebut, sebab instansinya hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari pihak rumah sakit yang sebelumnya merawat SR.

"Prinsipnya, kami akan melayani sesuai prosedur dan keluhan, setelah itu yang bersangkutan dikembalikan ke pihak keluarga, dengan catatan tetap dalam pengawasan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat," tuturnya.

Kata Agus - sapaan Agus Mulyadi, kasus yang menimpa siswi kelas empat sekolah dasar (SD) tersebut, bukan merupakan yang pertama kali di Sampang, sebab pihaknya mencatat, kejadian serupa sudah sembilan kali diketahui Dinkes, kendati demikian, pihakanya belum bisa memastikan untuk menggratiskan biaya pengobatan terhadap beberapa warga Sampang yang dinyatakan mengidap HIV.

"Penanganan penyakit HIV tidak membutuhkan perawatan khusus, semisal diisolasi. Karena penularan jenis penyakit tersebut melalui media darah dan cairan, sehingga tidak perlu ditakuti, apalagi penyakit HIV tidak mudah menular manakala tidak melakukan beberapa hal, salah satunya hubungan seksual," paparnya.

“Terlepas penderita HIV itu berasal dari keluarga kurang mampu, kami tidak menjamin biaya pengobatan digratiskan, nantinya akan kami kordinasikan terlebih dahulu dengan pihak terkait lainya,” timpalnya. (idr/ros)